Renungan Seorang Ibu

17 Jan

Seorang anak bertanya kepada ibunya: “Mak, mengapa kita miskin mak ?”

Ibu anak itu berkata: Hidup ini seperti jalan-jalan di dalam Supermarket.

Siapa yang membawa tiga coklat, ia akan membayar 3 coklat. Siapa yang hanya dapat satu coklat, ia membayar satu coklat. Orang miskin tidak kebagian coklat itu nak. Sebab itu di pintu kasir ia tidak diperiksa Orang miskin nanti, akan cepat pemeriksaannya di hari kiamat Sedangkan orang kaya, akan lambat pemeriksaannya.

ia mak” kata anak itu, “Aku percaya”. “Tetapi kalau kita miskin, aku kan tidak bisa sekolah sampai perguruan tinggi.”

Berlinang air mata ibu itu mendengar keluh anaknya. Ia palingkan wajahnya dan bertanya di dalam hati: Mengapa ya, kita dilahirkan sebagai orang miskin ?

“Itu rahasia Tuhanmu. Kamu boleh berusaha dan berdo’a untuk merubahnya.”

“Tetapi ingatlah”.

Dan apabila kami beri nikmat kepada manusia. Ia berpaling, ia jauhkan dirinya Dan apabila kejahatan mengenai dia, adalah ia orang yang sangat putus asa

(Al-Quran, surat Al-Isra’, ke 17 ayat 83

Maka apabila bahaya mengenai manusia, ia seru kami Kemudian apabila kami beri kepadanya satu nikmat dari kami, Ia berkata: “Sesungguhnya apa yang diberikan kepada ku, lantaran kepintaran ku”. Bahkan nikmat itu satu percobaan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Al-Quran, surat Az-Zumar, ke 39 ayat 49)

Manusia tidak jemu minta kebaikan. Tetapi jika kesusahan mengenai dia Maka ia putus asa putus harapan (Al-Quran, surat Fush-Shilat, ke 41 ayat 49)

Apabila kami beri nikmat atas manusia Ia berpaling dan menjauhkan diri Tetapi apabila menggenai dia kesusahan, maka ia mempunyai permintaan yang panjang.

(Al-Quran, surat Fush-Shilat, ke 41 ayat 51)

“Jadi apa rahasia kehidupan itu”, kata anak itu kepada ibunya

Kata ibunya: “Rahasia Kehidupan yang pertama, “kita harus selalu bersyukur” Tidak membuang waktu. Kerjakan suatu pekerjaan setelah selesai satu pekerjaan”. “Tidak ada istilah bersantai dalam hidup ini”. “Mereka yang bergerak, merekalah yang maju ke muka.

“Mungkinkah kita bisa jadi orang kaya bu, lanjut anak itu di dalam hati”

Ibu itu berdo’a dalam hatinya :”Ya Allah, keluarkanlah kami dari lilitan kemiskinan ini, kuatkanlah iman kami, dan sejahterakanlah anak cucu kami dunia dan akhirat.”

Lima puluh tahun kemudian,

Dialah Yang menjadikan kamu khalifah di bumi,dan mengangkat derajat sebagian dari kamu atas sebagaian untuk Dia menguji kamu tentang apa yang Dia telah datangkan kepada kamu. Sesungguhnya Tuhanmu lekas siksaan-Nya, tetapi Dia Pengampun Yang Maha teliti. (006,165)

Perpustakaan-Terbuai@yahoogroups.com

12 Tanggapan to “Renungan Seorang Ibu”

  1. mang uu Januari 20, 2009 pada 4:40 pm #

    bagus banget ceritanya, sangat menyentuh.. thanks atas pencerahannya ya bro. salam kenal.

  2. bocahbancar Januari 21, 2009 pada 12:37 am #

    Hhhhmmmm,….(diammmm, berfikir panjang)…

    Saya harus segera manapakkan kaki ke depan..

    Tidak ada waktu untuk bersantai..

  3. dobelden Januari 21, 2009 pada 4:20 am #

    Ya allah beri kekuatan dalam mengarungi kehidupan ini [-o<

  4. sigit Januari 21, 2009 pada 7:24 am #

    pernah dapet neh di garuda …tahun 1995……
    sengaja masih ada disimpen
    karena bagus

    tapi ok neh………………………

  5. deadyrizky Januari 21, 2009 pada 8:15 am #

    aminn….
    huhuhu
    kisah yang mengharukan nihh

  6. yonglubeg Januari 21, 2009 pada 9:22 am #

    slm kenal kembali mang Uu….

  7. Billy Koesoemadinata Januari 22, 2009 pada 1:45 am #

    miskinnya apa dulu,, kalo misal miskin harta sih, gpp.. asalkan jangan miskin jiwa

    *sok tau banget ya?

  8. yonglubeg Januari 22, 2009 pada 7:42 am #

    Salam Kenal…Mas Billy. Thank’s atas komentarnya…(Tidak ada manusia yg sempurna apalagi yang sok tau…..)

  9. wangmuba Januari 22, 2009 pada 7:33 pm #

    Nice

  10. marjan swandi Maret 11, 2009 pada 7:45 am #

    apa yg anda uraikan sangat menyentuh sekali, mudah2an bs untuk di pedomani dalam menapak kehidupan

  11. men999 April 15, 2010 pada 5:03 am #

    Nice kk…

    Menambah motivasi juga ne…

    saya juga punya cerita ne mas di blog saya..

    SAYANGILAH IBU MU APA PUN KONDISINYA>>>

    Sayangilah Ibu Anda, Apapun Kondisinya….

Trackbacks/Pingbacks

  1. blog kopas » top post wp 21 january 2009 - Januari 21, 2009

    […] Dialog Seorang Ibu dengan Anaknya (Mengapa kita Miskin…?) Seorang anak bertanya kepada ibunya: “Mak, mengapa kita miskin mak ?” Ibu anak itu berkata: Hidup ini seperti […] […]

Tinggalkan komentar